Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Idiom kata

Makna Wilayah MAGELANG, MALANG dan PEMALANG yang terkait Kisah GUAN YIN

Pada masa kuno di jawa khususnya era Medang kuno, ajaran Buddha banyak dianut oleh masyarakat di jawa khususnya Buddha Mahayana/Zen, salah satu Bodhisatva yang menjadi ikon Buddha Mahayana/Zen adalah Dewi Guan Yin atau Kwan Im, yang kemudian diabadikan menjadi nama wilayah di jawa, berikut penjelasannya... ---:: 馬郎婦 MA LANG FU (ISTRI TUAN MA / ISTRI PEMUDA MA) ::--- Legenda MA LANG FU terdapat dalam catatan 續玄怪錄 XU XUAN GUAI LU yang disusun sekitar abad ke-8 dan ke-9 M. Legenda ini populer pada masa Dinasti Tang pada tahun 817 M, ada seorang gadis cantik dari keluarga LING ZHAO yang menganut CHAN/CHEN/ZEN (BUDDHA MAHAYANA) yang terkenal kecantikannya sehingga banyak diminati pemuda untuk menikahinya. Dikarenakan begitu banyak pemuda yang ingin menikahinya akhirnya gadis tersebut mengajukan syarat yang mana pemuda yang akan dipilih harus dapat menghafal Bab GUAN YIN di dalam Sutra TERATAI (SUTRA SADDHARMA PUNDARIKA) dalam satu malam. Dalam kesempatan pertama ini ada 20 pemuda yang berha...

Propoganda Kolonial dan Kesalahan Dalam Pemahaman tentang Moksa

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya jawa dimasa sekarang tidak mengetahui lagi asal usul sejarah nenek moyangnya, pada era kolonial usaha distorsi dan pengaburan sejarah dan budaya begitu masif dilakukan oleh pihak kolonial dalam memepertahankan hegemoninya dengan politik devide et empera. Sederet kesaksian dalam manuskrip catatan tiongkok maupun portugis menyebut secara pasti asal usul leluhur masyarakat Indonesia khususnya jawa yg berasal dari daratan tiongkok sebagai bagian dari masyarakat tiongkok itu sendiri. Usaha distorsi dan pengaburan semakin kuat dilakukan oleh ahli-ahli kolonial dengan teori dikotomi yang dilakukan untuk menghilangkan identitas leluhur jawa. Keseriusan pihak kolonial dalam mendistorsi/mengaburkan sejarah dan budaya nusantara khususnya jaaa tidak tanggung tanggung dengan mendirikan sekolah yang bertujuan Brainwash(cuci otak), untuk melancarkan akal rencanya pihak kolonial banyak dibantu para pujangga kraton, serta aktif mensosialisasikan pen...

老 Lao atau Rao, Rau, Raw, Ra, Ro, Ru

老 Lao artinya : Yang Terhormat, Penuh Hormat, Untuk menghormati, Orang Tua, Yang berusia, Orang, Hewan dan Benda yang telah berusia tua/kuno, Orang yang mempunyai jabatan tinggi, Panggilan/sebutan sebagai tanda hormat kepada atasan yang dilakukan oleh bawahannya. Kata 老 Lao juga diucapkan dalam dialek lain adalah : Lou, Lau, Lo. Dalam dialek orang Yi, Kra (Ke-Ra), Ge-Lao/Ge-Lo, Dai/Tai, Kra-Dai/Kra-Tai diucapkan sebagai : Rao, Rau, Raw, Ra, Ro, dalam dialek Tiongkok kuno diucapkan sebagai : Ru, Ro, Rao Dalam dialek Jepang dan Korea diucapkan sebagai : Ro. Kata 老 Lao atau Rao, Rau/Raw, Ra, Ro, merupakan suatu predikat yang digunakan sebagai menunjukkan suatu tindakan/perasaan "Hormat, Kehormatan, Yang dihormati". Biasanya digunakan kepada Orang yang lebih tua, orang yang dituakan (sesepuh/pinisepuh), orang dengan jabatan tinggi di wilayah/komunitas, orang Bangsawan atau juga kepada Pemilik usaha (bisnis), orang yang dikasihi atau dicintai, sebagai contoh : - 老父 Lao Fu (Lo Hu, ...

RWA BHI-NE-DA 二化 比逆大

Dalam kitab-kitab kuno di nusantara khususnya di jawa dan bali, sering didapati kata RWA BHINEDA yang merupakan representasi dari YIN-YANG, berikut penjelasan singkatnya.. 二化 ER-WA/R-WA diucapakan RWA sama dengan JI-WA. ER-WA atau R-WA dari kata ER dan WA(HUA/HWA) yang maknanya : 二 ER atau R artinya DUA Dialek lain : Kanton : JI, NGEI Hakka (Khek) : NGI Min Dong (Fu Zhou/Fu Chow/Hok Chow) : NE Min Nan (Fu Jian/Hok Kien) : JI, GI, LI Teochew : RI, JI Wu (Shanghai) : HER/ER/R, NYI Vietnam : NI/NHI Zhuang : NGEI/NGI 化 HUA atau WA/HWA artinya MENJADI, JADI, SEBAGAI, ADALAH, UKURAN (BILANGAN), LARUT/MELEBUR, MENCAIR, MENYATU Dialek lain : Kanton : FA/VA Hakka (Khek) : FA Min Dong (Fu Zhou/Fu Chow/Hok Chow) : HUA/UA Min Nan (Fu Jian/Hok Kien) : HOA/OA, HUA/WA/UA Teochew : HUE Wu (Shanghai) : HO Vietnam : HOA/OA 二化 ER-HUA atau R-WA artinya SEBAGAI DUA atau JADI DUA atau DUA YANG LARUT atau DUA YANG MENYATU/MELEBUR Kata R-WA atau R-OA/R-UA yang maknanya DUA YANG MENYATU diucapkan dalam dialek ...

SANCAI DALAM SEBUAH MAKNA MENDALAM

San Cai, atau Tiga Entitas Utama merupakan ontologi dari filsafat kuno Tao dan Ru jia (khonghucu), bukan bersifat fisik, tetapi bersifat abstrak. Ajaran Tao dan Khonghucu mengakui bahwa Tuhan sebagai asal-usul alam semesta dan juga mengendalikan sistem pergerakan alam, akan tetapi, manusia mempunyai kehendak bebas atau freewill untuk menentukan pilihan dan juga mempunyai tanggungjawab atas perbuatannya sendiri.  Dengan ontologi San Cai itu, filsafat Tao dan Khonghucu menekankan pada tanggungjawab manusia kepada Tuhan, Sang Pencipta, tanggungjawab kepada sesama manusia, dan kepada bumi (ibu pertiwi) tempat hidupnya. Konsep ini dikenal dengan ungkapan Tian Ren He Yi ( 天 人 合 一 ) atau Tuhan dan Manusia bersatu atau di jawa dikenal dengan konsep Manunggaling Kawulo Gusti. Guna menjelaskan pengertian San Cai, lebih mudah dimulai dari Di Dao atau hubungan manusia dengan alam, dilanjutkan hubungan manusia dengan manusia atau Ren Dao, dan hubungan manusia dengan Tuhan atau Tian Dao 1), DI D...

Kata 'Yvan/Yuon' atau 'Yva/Yava' Dalam pemahaman Ahli Kamboja

Oleh. Vong Sotheara  Semua yang terhormat, Saya setuju dengan gagasan 'Khmerization'. Saya telah membahas tentang kata ini secara panjang lebar dengan Mr. Touch Bora. Sejauh yang saya amati dari studi prasasti, kata Yuon atau Yuoa muncul dalam tulisan prasasti Khmer selama abad ke-9 sebagai sebuah etnonim. Namun saat itu, nenek moyang Khmer menulis 'Yvan' atau 'Yva' atau 'Yava' dengan menggunakan subskrip 'va', bukan vokal 'u' atau 'ou'. Kemudian dalam prasasti Preah Khan tentang Virakumara, seorang putra Jayawarman 7, menulis tentang Raja Vietnam yang menghadiri tirtayatra air suci untuk persembahan Raja Khmer dan angkatan kerja Vietnam yang ikut menggali batu dan memotong kayu untuk bangunan kuil. Pangeran menyebut 'Vietnam' dalam bahasa Sansekerta 'Yva' sebagai 'Yavana'. Kata ini dengan jelas diidentifikasikan sebagai 'Vietnam' oleh  George Coedès, sarjana Prancis yang terkenal selama 1908-1968. ...

Tafsir Kata SANSEKERTA (sáṃskṛta) Ahli Barat Sebagai Bukti Otentik Pengaburan Sejarah

  Pada postingan sebelumnya penulis telah menjelaskan perbedaan yang mendasar antara bahasa Hindi dan Sansekerta, juga sudah dijelaskan pula sejarah bahasa Sansekerta yang dibawa oleh suku-suku Yue/Yi dari Tiongkok ke India berdasarkan bukti manuskrip sejarahnya. Pada postingan kali ini, penulis akan memfokuskan arti dari kata SANSEKERTA ( sáṃskṛta) yang ditafsirkan oleh ahli barat dengan metode COCOKOLOGY MODERN, berikut petikan/cuplikan pendapat dari ahli barat dari Wikipedi... --------------------- Dalam bahasa Sanskerta  ajektiva verbal   sáṃskṛta-  adalah kata majemuk yang tersusun dari  sam  (berbudaya, bagus, baik, sempurna) dan  krta-  (tersusun). [37] [38]  Maksudnya adalah suatu bahasa yang "tersusun dengan baik, murni, sempurna, suci, dan berbudaya". [39] [40] [41]  Menurut Biderman, kesempurnaan yang dimaksud dari etimologi tersebut cenderung memiliki kualitas tonal bukannya semantik. Tradisi lisan dianggap berharga di In...

WETAN DALAM SEBUAH TETENGER(PETUNJUK)

Dalam pemahaman arah di jawa ada empat posisi arah atau keblat papat yang mempunyai makna mendalam dan rahasia yang dikodekan oleh leluhur Jawa, salah satunya posisi arah timur dengan kata WETAN. Kata WETAN digunakan di Jawa dalam bahasa Ngo-Ko, apa makna kata WETAN dan asal usulnya??? Kata WETAN berasal dari bahasa leluhur jawa yaitu bahasa Austronesia kuno yang asalnya dari wilayah Tiongkok timur sebagai tanah asal leluhur Austronesia, bahasa Austronesia kuno atau proto Austronesia adalah bahasa kuno Tiongkok timur di teluk Liangzhu. Kata WETAN sebagai kata penanda Kata 位東 WEI-DONG atau HUE/WE-TAN yang merupakan dialek Min Nan dan Wu, kata WETAN dalam bahasa Jawa artinya timur. 位 WEI atau WE artinya berdiri, posisi Dialek lain: Cantonese: wai,wai Taishanese: vei,vei Hakka: pfs vi Min Dong: ôi, oe Min Nan: ūi, wi Wu: hhue, hwe, we Viet: vị, vì 東 Dōng artinya timur Dialek tiongkok kuno: tuwng Dialek lain: Mandarin: dōng Cantonese: dung Hakka: tûng Min Nan: tan, tang, tong Wu: taon, ton...

ASAL USUL KATA NAGA SEBAGAI MANIFESTASI DARI KATA LONG (LUNG) ATAU LIONG

Kata NAGA merupakan dari representasi dari ajaran Tiongkok Kuno yang mengacu kepada 龍王 LONG WANG (LUNG WANG) artinya RAJA NAGA. Kata NAGA berasal dari kata : 南 NA (pinyin ; NAN) artinya SELATAN 敖 GA/GO/NGO (pinyin ; AO) artinya NAGA SAMA DENGAN 龍 LONG 敖 pinyin ; AO, baca ; AO/OU Kanton dialek ; NGOU Min Nan (Hokkien) dialek ; GO/GA, NGO KATA AO DALAM DIALEK SELATAN DAN KANTON DIUCAPKAN GO/GA/NGO Kata AO pertama kali disebutkan dalan karakter 鰲 AO atau GO/GA/NGO yang artinya KURA-KURA RAKSASA yang tinggal di LAUT TIONGKOK SELATAN dalam penggambaran sebagai Kura-Kura Raksasa (sebagai DEWA AIR dalam Tiongkok Kuno) dalam SHAN HAI JING bersama 女媧 NU WA mencoba mengatasi langit yang runtuh akibat GONG-GONG (kadang disebut juga 相栁 XIANG LIU atau 相繇 XIANG YOU yang digambarkan sebagai ULAR BERKEPALA 9) membenturkan kepalanya ke Gunung BUZHOU (不周 山 BUZHOU SHAN) yang merupakan salah satu dari lima Pegunungan Suci Tiongkok dikarenakan GONG-GONG kecewa atas kekalahan dalam pertempuran dengan ZHUANX...

SANG MERAH-PUTIH DALAM MAKNA LIMA ELEMEN KUNO

Dalam pelajaran-pelajaran di sekolah, kita sering mendengar arti dari bendera merah putih, dimana warna merah dimaknai dengan keberanian dan putih dimaknai dengan suci, tetapi asal usul penggunaan bendera Indonesia dengan pemilihan warna merah dan putih tidak begitu jelas. Dalam tradisi jawa penggunaan merah putih digunakan dalam sesaji bubur abang(merah) bubur putih, juga penggunaan simbol gulo-klopo melambangkan merah-putih, mungkin generasi sekarang sudah tidak tahu lagi makna/arti merah-putih yang sudah digunakan dalam tradisi dijawa berabad-abad bahkan bahkan sebelum era majapahit, untuk itu pada postingan kali ini akan menelusuri dan membuka kembali ingatan masa lampau yang sudah terkubur agar generasi sekarang melek sejarah yang sebenarnya, berikut penjelasan secara komprehensif... Bendara Merah-Putih merupakan simbol warna yang digunakan menjadi Bendera Indonesia, simbol warna tersebut diambil dari teori Lima Warna atau disebut 五色 Wu-Se atau 五運 Wu-Yun (Lima Gerakan/Perputaran) ...

BHINNEKA TUNGGAL IKA DALAM TINJAUAN BAHASA AUSTRONESIA KUNO

Kata "BHINNEKA TUNGGAL IKA" disepakati bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan makna "BERBEDA-BEDA TETAPI TETAP SATU". Apakah arti tersebut salah? Tentu Tidak! sebab itu kesepakatan bersama seluruh rakyat Indonesia, terlepas dari hal tersebut tentu kita bisa menelusuri arti kata tersebut yang sudah ada jauh sebelum masehi, kata BHINNEKA TUNGGAL IKA menjadi begitu terkenal setelah didokumentasikan dalam kitab kuno Sutasoma yang digubah oleh Empu Tan Tular/Taolaoer dengan menggunakan bahasa dan aksara Kawi pada era majapahit. Beberapa hari yang lalu penulis pernah berdiskusi dengan seorang teman yang konon memahami bahasa Jawa Kuno, saat berdiskusi tentang arti kata BHINNEKA TUNGGAL IKA, teman tersebut memberikan penjelasan bahwa kata BHINNEKA TUNGGAL IKA berasal dari kata BHINNA+IKA TUNGGAL IKA yang diartikan sebagai berikut: BHINNA    = Berbeda-beda IKA.            = Itu TUNGGAL = Satu IKA.            = Itu P...

ASAL KATA OR-ANG, UWONG, UR-ANG DAN TIANG

  Dalam percakapan sehari-hari khususnya dijawa tentu kita sering mendengar kata-kata ORANG, UWONG/WONG, URANG dan TIANG, tetapi apakah kita tahu asal muasal penyebutan kata-kata tersebut?, Kata-kata tersebut sudah dipakai oleh leluhur nusantara dari tanah asalnya di tiongkok, hingga sekarang kata-kata tersebut masih dipakai di daratan tiongkok selatan dan indochina, berikut penjelasannya... Kata OR-ANG di sebut dalam Bahasa Indonesia, sedangkan dalam Bahasa Jawa disebut UWONG/WONG/TIANG dan dalam bahasa Sunda disebut UR-ANG Semua yang disebutkan seperti OR-ANG, UWONG/WONG dan UR-ANG berasal dari kata 黃 HUANG HUANG 黃 artinya KUNING EMAS, KUNING, SIMBOL BUMI, SIMBOL DARI PUSAT, SIMBOL DARI LELUHUR TIONGKOK (HUANG DI/HUANG TI), KIASAN UNTUK EMAS, KIASAN/SIMBOL YANG BERHARGA, SIMBOL KEMEGAHAN 黃 pinyin ; HUANG, baca ; HUANG/HWANG Kanton dialek ; WONG Hakka dialek ; VONG, HUIN, OI, OE Min Dong (Fu-zhou/Fu-chow/Hok-Chow) dialek ; UONG(UWONG) Min Nan (Hokkien) dialek ; NG, UIN, HONG, ONG,...

SIR-RO ING-SUN REPRESENTASI FILSAFAT PO (BO/BU) DAN HUN ATAU HUN DAN PO

Dalam filsafat Jawa terdapat istilah SIR-RO dan ING-SUN sebagai yang merepresentasikan Dualitas Diri seperti disebutkan dalam tradisi kepercayaan Tiongkok sebagai HUN-PO (BU-HUN) Kata SIR-RO (SIR-RA) dan ING-SUN bermakna ; SIR-RO (SIR-RA) 自 SIR (pinyin ; ZI, baca ; TZU/TZS/TZE) artinya DIRI, PRIBADI, DIRI PRIBADI, TENTU, SEJAK, DARI Kanton dialek ; ZI/SI, JI Hakka dialek ; CH/TZ/TS Min Dong (Fu-Zhou) dialek ; CE/TSE Min Nan (Hokkien) dialek ; CHU/TZU, CHIR/SIR Teochew dialek ; ZE/TS Wu (Shanghainese) dialek ; ZZ, SS/S 佬 RO/RA/RAO (pinyin ; LAO, baca ; LAO) artinya ORANG, MANUSIA, ANDA (HORMAT/ KESOPANAN) Dialek Tiongkok kuno ; RU, RAU, RAO Dialek suku YI/I (ZHUANG, RAU, LOLO, MIAO) ; RAO, RAW, RAU, RU Kanton dialek ; LOU, LO, LIU Hakka dialek ; LAU Min Nan (Hokkien) dialek ; LAO Wu (Shanghainese) dialek ; LO Kata 自惡 SIR-RO artinya DIRI MANUSIA (JASMANI/FISIK/BADAN KASAR) atau dapat diartikan DIRI ANDA (KAMU) Kata 自惡 SIR-RO merupakan pengejawantahan (manifestasi) dari PO (BUMI) sebagai ...

僮 ZHUANG/JANG DALAM SEBUAH IDENTITAS

Pernahkah anda mendengar penyebutan kata Bujang ???, yang jelas kata tersebut bukan berasal dari bahasa India,  beberapa etnik di Indonesia/nusantara menggunakan kata tersebut dalam penyebutan panggilan tetapi tidak mengetahui arti dan maknanya serta asal usul kata-kata tersebut. Sebenarnya kata-kata tersebut adalah penanda entitas sebuah etnik/suku kuno ditiongkok yang kemudian dibawa oleh keturunannya saat melakukan migrasi kepenjuru tempat termasuk di nusantara/Indonesia. Tetapi kebijakan penghapusan identitas masyarakat Nusantara oleh para penjajah kolonial mengakibatkan banyak suku-suku di Indonesia terputus dari suku asalnya di tiongkok atau istilahnya "kepaten obor"(kehilangan jejak leluhur). Salah satu hal atau cara untuk mengetahui asal usul suku di nusantara adalah dengan mengidentifikasi penyebutan identitas diri dalam bahasa dari suku yang bersangkutan, untuk itu pada postingan kali ini akan dijelaskan asal kata ZHUANG atau ZANG atau JANG yang menjadi asal kata Bu...

WANG-SA Dalam Tinjauan Historis

Dalam pembahasan dan tafsir prasasti di nusantara/indonesia selalu dirujukkan pada budaya india, baik aksara maupun bahasanya walaupun bukti manuskrip yang sahih justru menunjukkan hal yang lain. Pada postingan ini, penulis sengaja mengangkat kata WANGSA yang sering terdapat dalam banyak prasasti-prasasti di nusantara, banyak kalangan yang berasumsi kalau kata WANGSA berasal dari india, tentu hal seperti ini sangat salah dan perlu diluruskan pemahamannya, kata WANGSA berasal dari bahasa tiongkok yang bisa dibuktikan berdasarkan sejarah aksaranya tersebut, berikut akan dijelaskan makna/arti kata WANGSA yang benar dan yang sebenarnya...   Kata WANG-SA atau WANG-SIA sering tersebut dalam Sejarah Indonesia baik dari catatan maupun prasasti yang di ketemukan. Kata WANG-SA atau WANG-SIA merupakan asal kata dari WANG dan SA (SA/SIA). WANG 王 FILSAFAT WANG 王 MENURUT KARAKTER TULISAN WANG 王 artinya : RAJA, KAISAR (DALAM DINASTI ZHOU), UNGGUL DALAM JENISNYA, MULIA, AGUNG, UNTUK... (MEMERINTAH...