Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Prasasti

PRASASTI SOJOMERTA DALAM SEBUAH TAFSIR

Isinya : Dengan pemaknaan yang benar secara umum bisa terungkap yaitu pada saat dinasti Tang terjadi pengisian (semacam program transmigrasi besar besaran penduduk daratan kekaisaran Tiongkok daratan) ke wilayah perbatasan pantai selatan (setidaknya ke Jawa dimana prasasti ditemukan) dan tentunya tidak hanya pantai JAWA karena tidak disebutkan dalam prasasti akan kata Jawa yang diisi oleh orang suku I / Yi ... Jelas ini program penguasa kekaisaran Tiongkok atau setidaknya program JIE DU SHI 節度使 artinya GUBERNUR MILITER WILAYAH SELATAN kekaisaran Tiongkok yang disetujui oleh kaisar TANG pada waktu itu !! TEXT: hiya -mih inan – is-ânda dapûnta selendra namah santanûnamânda bâpanda bhadravatinamanda ayanda sampûlanamanda vininda selendra namahmamâgappâsar lempewângih KITA COBA PECAHKAN : Hi Ya Mih I Nan I San Da Da Pun Ta Se Len Dra Na Mah, San Tan U Na Ma En Da Ba Pa En Da Bha Dra Wat I, Na Ma En Da A Ya En Da Sam Pu La Na Ma En Da Vi Ni En Da Se Len Dra Na Mah Ma Ma Ga Pa Sar Lem Pe Wan...

WANG-SA Dalam Tinjauan Historis

Dalam pembahasan dan tafsir prasasti di nusantara/indonesia selalu dirujukkan pada budaya india, baik aksara maupun bahasanya walaupun bukti manuskrip yang sahih justru menunjukkan hal yang lain. Pada postingan ini, penulis sengaja mengangkat kata WANGSA yang sering terdapat dalam banyak prasasti-prasasti di nusantara, banyak kalangan yang berasumsi kalau kata WANGSA berasal dari india, tentu hal seperti ini sangat salah dan perlu diluruskan pemahamannya, kata WANGSA berasal dari bahasa tiongkok yang bisa dibuktikan berdasarkan sejarah aksaranya tersebut, berikut akan dijelaskan makna/arti kata WANGSA yang benar dan yang sebenarnya...   Kata WANG-SA atau WANG-SIA sering tersebut dalam Sejarah Indonesia baik dari catatan maupun prasasti yang di ketemukan. Kata WANG-SA atau WANG-SIA merupakan asal kata dari WANG dan SA (SA/SIA). WANG 王 FILSAFAT WANG 王 MENURUT KARAKTER TULISAN WANG 王 artinya : RAJA, KAISAR (DALAM DINASTI ZHOU), UNGGUL DALAM JENISNYA, MULIA, AGUNG, UNTUK... (MEMERINTAH...

采約 霸么 JAYA BAYA Dalam Tinjauan Filologi dan Kesejarahan

Dalam cerita tutur, kesusastraan maupun kesejarahan di jawa sering kali mendengar tentang istilah atau kata "Jaya Baya" yang merujuk pada seorang raja kediri dengan ramalannya. Tetapi dalam pembahasan ataupun diskusi sejarah jarang yang memberikan penjelasan tentang makna dari kata JAYA BAYA itu sendiri yang sangat terkait dengan kebenaran sejarah itu sendiri. Untuk itulah perlu kiranya ada ulasan anti tesis(croscek) tentang makna JAYA BAYA untuk mengungkap fakta sejarah yang sebenarnya yang selama ini tertutup rapat dengan mitos dan dongeng sejarah yang terlanjur menjadi dogma sejarah di indonesia. Untuk membahas hal tsb tentu syarat utamanya adalah pikiran yang terbuka dan membuka hati atas kebenaran-kebenaran baru atas fakta sejarah baru, jika keduanya telah terpenuhi barulah kita bisa melihat secara jernih dan nyata tentang kebenaran sejarah yang sebenarnya.  Pada postingan kali ini penilis akan mengulas tentang JAYA BAYA dari sudut filologi aksara kunonya dan sejarah yan...

河圖 HE TU ATAU DIAGRAM (PETA/POLA) SUNGAI KUNING

Selain prasasti/inkripsi sungai Lo 洛書 LO SHU, diagram sungai kuning 河圖 HE TU juga tidak kalah penting yang juga merupakan dasar konsep matematis spiritualitas tiongkok kuno yang juga pasangan dari prasasti/inkripsi sungai Lo 洛書 LO SHU, berikut penjelasannya... 河圖 HE TU artinya DIAGRAM (PETA) SUNGAI KUNING dan 洛書 LO SHU artinya PRASASTI (INSKRIPSI/KODE) SUNGAI LO (LUO) terkait erat dengan 易經 YI JING (baca ; I CHING) yaitu TEKS TIONGKOK KUNO dan 八卦 BA GUA (PA KUA, PAT KWA) sebagai KONSEP DASAR KOSMOLOGI (SEMESTA atau KOSMIK) Tiongkok Kuno (TAO) yang diwariskan oleh DUA tokoh Tiongkok kuno yaitu FU-XI (FU-HSI) atau PAO-HSI/PO-HSI Milenium ke-5 SM dan Raja WEN dari ZHOU (JI CHANG) pada tahun 1152-1056 SM. 易經 YI JING atau I CHING juga dikenal sebagai KOSMOLOGI FILSAFAT 10 (SEPULUH) SAYAP atau 十翼 SHI YI. 河圖 HE TU dan 洛書 LO SHU juga sebagai Konsep dasar Numerologi, Aritmetika, Geomansi dan juga Astronomi (Proto Peta Bintang) kuno yang kemudian berkembang ke seluruh Dunia dan juga berkembang s...

洛書 LO SHU ATAU PRASASTI (INKRIPSI/KODE) SUNGAI LO (LUO)

Dalam postingan kali ini, akan membahas sebuah prasasti kuno yang menjadi dasar matematis dan arsitektur kuno, banyak tempat di tiongkok maupun diluar tiongkok termasuk bangunan-bangunan kuno di nusantara seperti candi borobudur, prambanan dan lainnya dibangun berdasarkan perhitungan prasasti ini, terlepas diakui ataupun tidak, tetapi yang jelas leluhur nusantara yang merupakan bagian dari masyarakat tiongkok dimasa kunonya membawa pemahaman dan perhitungan tersebut ke nusantara saat bermigrasi. Karena itulah sudah sewajarnya kita mengetahui dan memahami serta mempelajari pengetahuan dari para leluhur kita tersebut, pada postingan ini penulis mengajak untuk memahami prasasti kuno sungai lo yang mempunyai kandungan nilai yang dalam sebagai warisan leluhur, berikut penjelasan ringkasnya: Dalam 洛書 LO SHU atau PRASASTI (INKRIPSI/KODE) SUNGAI LO (LUO) mempunyai 9 (SEMBILAN) SISI atau BAGIAN yang masing-masing SISI atau BAGIAN mempunyai jumlah TITIK yang berbeda. Berikut jumlah TITIK dalam m...

Menapak Jejak Sejarah Sun Quan dari Kutai, Sunda hingga Jawa Yang Terdistorsi

KU-TAI dan KU-DUNG-GA(GO) / KU-TUNG-GA(GO) KU TAI merupakan wilayah dibawah wewenang Kaisar 東吳 DONG WU (baca ; TUNG WU) dalam dialek HOKKIEN (MIN NAN) dan dialek TEOCHEW yaitu ; TUNG-GO/ TUNG-GA, yang artinya WU TIMUR. KAISAR DONG WU/ TUNG WU/ TUNG GO(GA) kadang disebut juga sebagai SUN WU, yang mengacu pada SUN QUAN yang menjadi Kaisar di WU di TIMUR. Kata KU TAI (DAI) berasal dari kata : 區 KU/KHU (QU) artinya WILAYAH, DISTRIK, AREA, WILAYAH KECIL, KECIL, dan kata... 岱 TAI (DAI) dari nama 呂岱 Lü DAI seorang dengan gelar 侯 HOU artinya TUAN (PENGUASA) WILAYAH PAN-YU (sekarang GUANG DONG) sekaligus sebagai JENDRAL di bawah kaisar SUN QUAN DONG WU/TUNG WU/TUNG GO(GA) atau SUN WU. Jadi kata 區岱 KU TAI (DAI) artinya WILAYAH KECIL (DISTRIK) DIBAWAH PENGAWASAN/ KEWENANGAN 呂岱 Lü TAI (DAI) DI PAN YU (GUANG DONG). Dalam prasasti KU-TAI tersebut seorang penguasa dengan nama KU-DUNG-GA, arti KU DUNG GA(GO)/KU TUNG GA(GO) adalah : 區東吳 KU DUNG (TUNG) GA(GO)... 區 KU/KHU (QU) artinya WILAYAH, DISTRIK, A...

Prasasti HanTang dan 12 Wilayah

Prasasti yang terbuat dari batu andesit ini berbentuk batu besar yang ujung atasnya agak bulat dan di bagian bawahnya agak rusak Prasasti Hantang ditemukan di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang dulunya sebuah desa bernama Han-Tang yang berada diwilayah jawa. Prasasti berangka tahun 1057 Saka (7 September 1135 M) ini merupakan tugu peringatan/prasasti dari Raja Jayabhaya untuk warga desa tersebut. Prasasti yang terbuat dari batu andesit ini berbentuk batu besar yang ujung atasnya agak bulat dan di bagian bawahnya agak rusak. Aksara yang terpahat di batu prasasti tersebut adalah aksara kawi (Jawa kuno) dan berbahasa kawi(Jawa Kuno) pula. Di bagian depan sampai sisi kanan terdiri dari 26 baris dan di bagian belakang sampai sisi kiri terdiri dari 29 baris. Sementara itu, di bagian alasnya terdapat lanjutan kalimat, namun kalimatnya sangat sulit terbaca. Pada bagian tengah, Prasasti Hantang ini tingginya 159 cm, sedangkan tinggi tepiannya 145 cm. Lebar prasasti bagian atas 89 cm, sed...

Kalender Saka Dalam Tinjauan Sejarah

Dalam diakusi sejarah di Nusantara, banyak sekali manuskrip sejarah khususnya prasasti-prasasti sering menggunakan dan mencantumkan tahun Saka. Para ahli kolonial barat sering merujuk tahun Saka berasal dari India yaitu pada masa kerajaan Kusan dan sebagian besar ahli kolonial barat merujuk tahun awal Saka sebagai tahun penobatan raja Kaniskha. Tetapi kalau dianalisa lebih dalam rujukan tersebut sangat "ngawur" sebab tahun raja Kaniskha menjadi raja itu tahun 127 M dan bukan pada tahun 78 M (tahun mulai tahun Saka).[1] Kaleder Saka bukan berasal dari India [2] tetapi itu merupakan Kalender 節氣 Jie Qi atau 氣節 Qi Jie yaitu Kalender Surya dan Musim yang digunakan tradisi Tiongkok [3], Berikut penjelasannya tentang kalender 仨個 Sa-Ge atau Sa-Ka I. Menelusuri Kalender Sa-Ge atau Sa-Ka dari Filsafat, Tradisi dan Budaya. 仨個 Sa Ge atau Sa Ke/Sa Ko/Sa Ka 仨 Sa, artinya : Tiga 個 Ge, baca Ke/Ko, Ka (dalam dialek masa pertengahan Tiongkok), Ga/Ka, Go/Ko, Ge/Ke/Keh... Artinya : Tunggal/Satu,...

Minanga Tamwan Dalam Prasasti Kedukan Bukit

  Dalam pemahaman tafsir manuskrip sejarah atau prasasti, batasan sudut lokalitas  haruslah disingkirkan dan melihat dari sudut pandang yang lebih luas, banyak sejarahwan di Indonesia menafsirkan manuskrip atau prasasti hanya dari sudut pandang lokalitas atau sebatas wilayah indonesia saja tanpa melihat hubungan yang sejarah yang lebih luas lagi, seperti contoh Prasasti Kedukan Bukit yang menyebutkan sebuah tempat yang bernama "Minanga Tamwan", para sejarahwan Indonesia hanya mencari-cari(menduga-duga) tempat-tempat yang ada di wilayah indonesia saja tanpa mempertimbangkan wilayah di luar indonesia, sehingga kebenaran sejarah tersebut tidak akan pernah ditemukan selama para sejarahwan menggunakan sistem cocokologi modern yang bersifat lokalitas untuk tujuan(kepentingan) tertentu saja, hal itulah yang menyebabkan terjadinya pengaburan dan redudanci data sejarah dan akhirnya memunculkan kerangka sejarah yang salah akibat dari tebak-terka yang salah dari para sejarahwan yang ber...

Sunda Dalam Sebuah Tinjauan Kritis

Kata SUN-DA dari kata SUN dan DAO, Kata 孫 SUN merupakan Nama Keluarga dari keturunan Penguasa 吳 WU dan 越 YUE pada masa dinasti ZHOU 1046 – 221 SM yang kemudian keluarga 孫 SUN merupakan menjadi Kaisar 東吳 DONG WU (WU TUMUR) atau 孫吳 SUN WU (WU KELURGA SUN) atau 吳 WU pada masa 三國 SAN GUO / SAM KOK (TIGA KERAJAAN) tahun 220 – 280 M yaitu 孫權 SUN QUAN yang terletak di TIMUR TIONGKOK yang wilayahnya di 江南 JIANG NAN atau KONG NAM (dialek Kanton), KANG LAM (dailek Hokkien) dan KAN NOE/KAN NU (dialek Wu) di mulut sungai YANGZI/YANGTZE Kata 東吳 DONG-WU yang artinya WU TIMUR sama maknya denga kata TUNG-GA/TUNG-GO, kata TUNG merupakan dialek lain dari DONG sedangkan kata GA/GO merupakan dialek lain WU, kata TUNG-GA digunakan oleh banyak raja-raja di Nusantara, kadang juga dituliskan dengan karakter 東家 DONG-JIA atau dialek lain TUNG-GA artinya KELUARGA TIMUR yang mengacu kepada wilayah TIMUR TIONGKOK. Sedangkan kata DA dari kata 島 DAO artinya PULAU Jadi makna kata 孫島 SUN-DAO atau SUN-DA/DO artinya P...

Prasasti Pedang Goujian (Raja Yue/Yi)

Pedang Goujian (simplified Chinese: 越王勾践剑; traditional Chinese: 越王勾踐劍) adalah artefak manuskrip arkeologis dari periode Musim Semi dan Musim Gugur (771-403 SM) yang ditemukan pada tahun 1965 di Hubei, Cina. Dibuat dari perunggu, terkenal karena ketajaman dan ketahanannya terhadap noda yang jarang terlihat pada artefak yang sudah sangat tua. Artefak manuskrip bersejarah Tiongkok kuno ini saat ini dimiliki dan disimpan oleh Museum Provinsi Hubei. Pada tahun 1965, ketika penelitian arkeologi dilakukan di sepanjang saluran air utama kedua Waduk Sungai Zhang di Jingzhou, Hubei, serangkaian makam kuno ditemukan di Kabupaten Jiangling. Penggalian dimulai pada pertengahan Oktober 1965, berakhir pada Januari 1966, akhirnya mengungkapkan lebih dari lima puluh makam kuno Negara Chu. Lebih dari 2.000 artefak ditemukan di situs tersebut, termasuk pedang perunggu berhias prasasti, yang ditemukan di dalam peti mati bersama dengan kerangka manusia. Peti mati itu ditemukan pada bulan Desember 1965, d...

Prasasti Vo Canh dari Lin-Yi

Prasasti Vo Cahn adalah sebuah prasasti yang ditulis dalam aksara pra-Pallawa dalam bahasa Sanskerta yang tertua di Asia Tenggara, yang ditemukan pada tahun 1885 di desa Vo Cahn, sekitar 4 km dari kota Nha Trang, Vietnam.[1][2][3] Prasasti ini berbentuk tugu batu setinggi 2,5 m, dengan tiga sisinya yang tak rata bertuliskan baris-baris kalimat isi prasasti.[4] Pada prasasti ini disebutkan nama Raja Sri Mara, yang menurut analisa paleografi diperkirakan dibuat oleh penguasa keturunannya(cucu) pada sekitar abad ke-2 atau ke-3 Masehi.[1][4][5] Masih terdapat perdebatan apakah prasasti ini merupakan peninggalan Lin-yi, Champa, ataukah Funan.[1][2] George Coedès menyebutkan kemungkinan identifikasi Sri Mara dengan Fan Shih Man (k. 230 M), yang menurut kronik Tiongkok adalah salah seorang penguasa Funan.[1] Namun prasasti Vo Canh ini menurut Coedès adalah bukti atas proses Indianisasi gelombang pertama di Asia Tenggara.[1][2] tetapi hal tersebut bertentangan dengan berita naskah-naskah k...

Prasasti Yupa / Mulawarman dari Kutai

Prasasti Yupa atau Prasasti Mulawarman, atau disebut juga Prasasti Kutai, adalah sebuah prasasti yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai. Terdapat tujuh buah yupa/Tugu (sementara yang ditemukan) yang memuat prasasti, namun baru 4 yang berhasil dibaca dan diterjemahkan. Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa (Pa-Lao-Wa /Lao-Lang) dan dalam bahasa campuran sansekerta dan Yi (Hok-Lo / Ge-Lao) Kuno, yang diperkirakan dari bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar 200 Masehi sesuai catatan kanung retawu terawal yg berkisar abad ke-2/3 M, meskipun sebagain sejarahwan menduga sekitar pd tahun 400 M. Prasasti ini ditulis dalam bentuk puisi anustub.[1] Isi prasasti yupa/mulawarman menceritakan Raja Mulawarman yang memberikan sumbangan kepada para kaum Brahmana berupa sapi yang banyak. Mulawarman disebutkan sebagai cucu dari Kudungga, dan anak dari Aswawarman. Prasasti ini merupakan bukti peninggalan tertua dari kerajaan yang beragama Dharma (Hindu?) di Indonesia. Nama Kutai umumnya digu...