Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Majapahit

Propoganda Kolonial dan Kesalahan Dalam Pemahaman tentang Moksa

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya jawa dimasa sekarang tidak mengetahui lagi asal usul sejarah nenek moyangnya, pada era kolonial usaha distorsi dan pengaburan sejarah dan budaya begitu masif dilakukan oleh pihak kolonial dalam memepertahankan hegemoninya dengan politik devide et empera. Sederet kesaksian dalam manuskrip catatan tiongkok maupun portugis menyebut secara pasti asal usul leluhur masyarakat Indonesia khususnya jawa yg berasal dari daratan tiongkok sebagai bagian dari masyarakat tiongkok itu sendiri. Usaha distorsi dan pengaburan semakin kuat dilakukan oleh ahli-ahli kolonial dengan teori dikotomi yang dilakukan untuk menghilangkan identitas leluhur jawa. Keseriusan pihak kolonial dalam mendistorsi/mengaburkan sejarah dan budaya nusantara khususnya jaaa tidak tanggung tanggung dengan mendirikan sekolah yang bertujuan Brainwash(cuci otak), untuk melancarkan akal rencanya pihak kolonial banyak dibantu para pujangga kraton, serta aktif mensosialisasikan pen...

Serat Bimosuci Dalam Pemahaman Ajaran Tao

Serat Bimosuci yang juga digubah menjadi serat dewaruci menggambarkan tentang pencarian diri sejati atau hakikat diri dan ketuhanan yang merupakan ajaran Nei-Dan dari filsafat Tao. Karya sastra ini diperkirakan masuk ke Jawa dan ditulis pada masa peralihan majapahit dan demak di padepokan candi CeTo/Ce-Tao, dan menurut penelitian, naskah2 ini di tulis oleh empu Siwamurti yang mana naskah asli nya adalah kitab Nawaruci yang redakturnya berupa bahasa kawi dan di terjemahkan ke dlm bahasa jawa modern oleh sunan kalijaga. Berikut ini saya tuliskan ringkasan serat bimosuci yang digubah menjadi serat dewaruci yg di terjemahkan kedalam bahasa indonesia(nasional) Semoga dapat menambah wawasan kita terhadap khasanah budaya –Serat Dewaruci (Bimosuci) — Arya Sena ketika berguru kepada, Dhang Hyang Druna (resi durna) ia disuruh mencari air yang mensucikan kepada badannya (tirta nirmala atau air ke hidupan), Arya Sena alias Wrekudara pun pulang memberi kabar tentang keberangkatan nya untuk mencari ...

The Country of Zhao-Wa (Bagian dari catatan Ma Huan - Ying Yai Sheng Lan 瀛涯胜览)

Wilayah Zhao-Wa (kerajaan Jawa) dulunya disebut (bagian dari) Negeri She Bo. Negeri ini mempunyai empat kota besar , semuanya tidak mempunya dinding kota atau daerah pinggiran kota. Kapal-kapal dari Negara lain datang pertama-tama di kota yang bernama Tu-Ban (Tuban),kemudia­n kota kecil yg disebut desa baru, dan kemudian ke kota yang bernama Su-lu-ma-I (Surabaya), lalu menuju ke kota yang bernama Man-Che-Bo-I (Majapahit) dimana sang raja tinggal. Sebagai kotaraja, dindingnya terbuat dari batu bata, tingginya lebih dari tiga zhang (setara 30 kaki 7 inci), kelilingnya lebih dari 200 paces (340 yard) dan di dalam tembok terdapat 2 lapis gerbang, sangat terjaga ketat dan bersih. Konstruksi rumah raja adalah bersusun,masing­-masing 3 atau 4 ‘zhang’ tingginya, berlantai papan kayu dan dibeberkan tikar yang terbuat dari rotan atau dari alang-alang, dimana orang-orang duduk bersila. Pada atapnya menggunakan sirap kayu keras yang disusun seperti ubin. Rumah-rumah penduduknya menggunakan atap al...