Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aksara

KANG TAI 康泰 & ZHU YING 朱應

Dari banyaknya narasi sejarah yang dikemukakan oleh ahli barat, hampir sebagian besar menyebutkan bahwa Kang Tai dan Zhu Ying hanya seorang pelancong atau pedagang yang hidup pada era dinasti Wu Timur, tentu hal ini bisa dianggap sebagai pembengkokan sejarah secara halus, dan perlu ada pelurusan sejarah siapa sebenarnya Kang Tai dan Zhu Ying. Kang Tai 康泰 dan Zhu Ying 朱應 adalah dua pejabat diplomatik Tiongkok dengan jabatan menteri negara pada masa pertengahan abad ketiga dari kerajaan Wu Timur (Dong Wu). Mereka dikenal karena perjalanannya ke Asia Tenggara dan asia selatan di mana keduanya menjadi pejabat Tionghoa pertama yang mendokumentasikan berdirinya kerajaan yang dikenal sebagai Funan dalam bukunya Wushi Wai Guo Zhuan 吳時外國傳 (Catatan Wilayah Luar di era Wu ).  AWAL KEDATANGAN UTUSAN ROMAWI Pada tahun kelima Huang Wu (226), utusan Da Qin(Romawi) yang bernama Qin Lun datang melalui jalur laut ke Jianye (Jiankang, sekarang Nanjing, Jiangsu) dari Haidao melalui Jiaozhi/Jiaozhou, d...

Sejarah Aksara Kanji di Jepang

Dalam sejarahnya bangsa jepang meyakini bahwa leluhur awal bangsa jepang yang berasal dari tiongkok telah mengenal huruf/aksara yang ditandai dengan aksara gambar atau disebut dengan aksara logo grafi yang telah digunakan bangsa jepang selama ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun sebelum adanya pembakuan aksara/huruf dimasa dinasti Han Tiongkok. Huruf/akasara Kanji(Hanzi) merupakan penanda babak baru dalam ke-aksara-an sejarah Jepang yang merupakan pengaruh kuat dari kebudayaan Han Tiongkok. Masuknya Aksara Kanji ke Jepang Menurut sejarahnya Kanji atau Hanzi adalah huruf yang berasal dari Tiongkok yang berasal dari aksara logogram kuno, yang masuk ke Jepang pada masa dinasti Han (202 SM – 220 M), berjumlah kira-kira 50.000 huruf, kemudian beberapa kanji dikembangkan menjadi hururf hiragana dan katakana (Takebe, 1993). Pada waktu itu Tiongkok berada di bawah kekuasaan Dinasti Kan(=Han). Maka dari itu huruf berupa logografi tersebut dinamakan “Kanji(Hanji)", yang artinya “huruf neg...

BHINNEKA TUNGGAL IKA DALAM TINJAUAN BAHASA AUSTRONESIA KUNO

Kata "BHINNEKA TUNGGAL IKA" disepakati bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan makna "BERBEDA-BEDA TETAPI TETAP SATU". Apakah arti tersebut salah? Tentu Tidak! sebab itu kesepakatan bersama seluruh rakyat Indonesia, terlepas dari hal tersebut tentu kita bisa menelusuri arti kata tersebut yang sudah ada jauh sebelum masehi, kata BHINNEKA TUNGGAL IKA menjadi begitu terkenal setelah didokumentasikan dalam kitab kuno Sutasoma yang digubah oleh Empu Tan Tular/Taolaoer dengan menggunakan bahasa dan aksara Kawi pada era majapahit. Beberapa hari yang lalu penulis pernah berdiskusi dengan seorang teman yang konon memahami bahasa Jawa Kuno, saat berdiskusi tentang arti kata BHINNEKA TUNGGAL IKA, teman tersebut memberikan penjelasan bahwa kata BHINNEKA TUNGGAL IKA berasal dari kata BHINNA+IKA TUNGGAL IKA yang diartikan sebagai berikut: BHINNA    = Berbeda-beda IKA.            = Itu TUNGGAL = Satu IKA.            = Itu P...

WANG-SA Dalam Tinjauan Historis

Dalam pembahasan dan tafsir prasasti di nusantara/indonesia selalu dirujukkan pada budaya india, baik aksara maupun bahasanya walaupun bukti manuskrip yang sahih justru menunjukkan hal yang lain. Pada postingan ini, penulis sengaja mengangkat kata WANGSA yang sering terdapat dalam banyak prasasti-prasasti di nusantara, banyak kalangan yang berasumsi kalau kata WANGSA berasal dari india, tentu hal seperti ini sangat salah dan perlu diluruskan pemahamannya, kata WANGSA berasal dari bahasa tiongkok yang bisa dibuktikan berdasarkan sejarah aksaranya tersebut, berikut akan dijelaskan makna/arti kata WANGSA yang benar dan yang sebenarnya...   Kata WANG-SA atau WANG-SIA sering tersebut dalam Sejarah Indonesia baik dari catatan maupun prasasti yang di ketemukan. Kata WANG-SA atau WANG-SIA merupakan asal kata dari WANG dan SA (SA/SIA). WANG 王 FILSAFAT WANG 王 MENURUT KARAKTER TULISAN WANG 王 artinya : RAJA, KAISAR (DALAM DINASTI ZHOU), UNGGUL DALAM JENISNYA, MULIA, AGUNG, UNTUK... (MEMERINTAH...

DAYAK Dalam Sebuah Asal-Usul Aksara

Dari manakah penyebutan Dayak itu bermula?, Yang jelas tidak ada yang tahu pasti awal mula penyebutan Dayak untuk penduduk/suku asli kalimantan tersebut. Kebanyakan para ahli memberikan hipotesa dan pendapat masing berdasarkan batasan ilmu yang dimiliki tanpa ada dasar manuskrip yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Berdasrakan cerita-cerita masyarakat Dayak bahwa leluhur merek berasal dari tiongkok, hal tersebut diperkuat hasil DNA masyarakat/suku Dayak, lalu bagaimanakah awal mula sebutan Dayak tersebut, berikut akan dijabarkan tentang penamaan Dayak berdasarkan filologi aksara... DAI-IAK atau DAI-AK Kata DAI dari kata 夷 YI (pinyin ; YI, baca ; I) artinya SUKU / ORANG YI (I) YANG ASAL (AWAL) DI TIMUR TIONGKOK Kanton dialek ; JI, YIH Hakka dialek ; I, JI Min Dong (Fu-Zhou) dialek ; I Min Nan (Hokkien) dialek ; THAI/TAI/DAI, I, ZI/SI Teochew dialek ; I Wu (Shanghainese) ; HI, JI Sedangkan kata IAK atau AK dari kata 㧖 E (pinyin ; E, baca ; O) artinya MEMEGANG, MEMPERTAHANKAN Ka...

Aksara Kuno Burung cacing (Bird-worm seal script)

Skrip/aksara Segel/Cap Burung Cacing atau dikenal dengan Bird-worm seal script (simplified Chinese: 鸟虫篆; traditional Chinese: 鳥蟲篆; pinyin: Niǎo Chóng Zhuàn) adalah sejenis aksara/abjad kuno yang berasal dari Tiongkok. Karakter Cina 鸟 (鳥 dalam bahasa Cina tradisional; Niǎo dalam Pinyin) berarti "burung". Karakter Cina 虫 (蟲 dalam bahasa Cina tradisional; Chóng di Pinyin) berarti makhluk apa pun yang terlihat seperti "cacing", termasuk cacing invertebrata dan reptil seperti ular dan kadal (dan bahkan naga Cina). Karakter 篆 berarti "cap (skrip)". Nama lain untuk jenis skrip segel ini:     Niao-Chong Script (Cina sederhana:: 虫 书; Cina tradisional: 鳥 蟲 書; pinyin: Niǎo Chóng Shū). Huruf Cina 书 (書 dalam bahasa Cina tradisional; Shu dalam Pinyin) di sini berarti "naskah".     Karakter Niao-Chong (Cina sederhana: 鸟 虫 文; Cina tradisional: 鳥 蟲 文; pinyin: Niǎo Chóng Wén). Huruf Cina 文 (Wén dalam Pinyin) di sini berarti "karakter". Ada d...

Aksara Phagspa

Aksara Phagspa[1] adalah suatu aksara alfasilabis (abugida) yang dirancang oleh tokoh Tibet Lama Zhogoin Qoigyai Pagba (Drogön Chögyal Phagpa) untuk Kaisar Kublai Khan dari Dinasti Yuan, sebagai tulisan persatuan bagi kesastraan Dinasti Yuan. Penggunaannya secara luas hanya terbatas sekitar seratus tahun selama Dinasti Yuan, dan mulai memudar seiring kebangkitan Dinasti Ming. Dokumentasi penggunaannya memberi jejak bagi para ahli bahasa mengenai perubahan dalam bahasa Tionghoa, Tibet, Mongol, dan bahasa-bahasa sekitarnya selama kekuasaan Dinasti Yuan. Penggunaan aksara Mongol berbasis Uyghur kurang cocok bagi penutur bahasa Mongol Tengah, dan tidak praktis bila dikembangkan untuk menuliskan bahasa yang fonologinya berbeda jauh seperti bahasa Tionghoa. Maka dari itu, selama Dinasti Yuan (sekitar 1269), Kublai Khan menitahkan Phagpa untuk merancang suatu aksara baru yang akan digunakan di seluruh wilayah kekaisarannya sehingga dapat dipakai untuk menuliskan bahasa-bahasa yang ada di wi...

Aksara Yi (Jowen/Jowo-en)

Abjad Yi (Yi: ꆈꌠꁱꂷ nuosu bburma [nɔ̄sū bū̠mā]; Hanzi: 彝文; Pinyin: Yí wén) adalah abjad yang digunakan untuk menulis rumpun bahasa Yi. Abjad ini sebenarnya terdiri dari dua abjad yang saling berkesinambungan, yaitu Abjad Yi Kuno dan Abjad Yi Baku (mirip dengan Aksara Sunda Kuno dan Aksara Sunda Baku). Dahulu, abjad ini dikenal sebagai Cuan Wen (Hanzi: 爨文; Pinyin: Cuàn wén) atau Wei Shu (Hanzi sederhana: 韪书; Hanzi tradisional: 韙書; Pinyin: Wéi shū).[1], aksara Yi ini juga dikenal dengan aksara kuno jowen (aksara paling kuno di jawa) dan digunakan dalam catatan-catatan kuno kitab kanung baik versi retawu/kalingga maupun kandang Sering terjadi salah kaprah antara Abjad Yi dengan romanisasi Yi, padahal keduanya berbeda. Romanisasi Yi (彝文 羅馬 拼音 Yíwén Luómǎ pīnyīn) adalah sistem romanisasi bahasa Yi yang diciptakan oleh seorang Ulama Yi dan digunakan hingga hari ini oleh beberapa lembaga pemerintah.[2][3] Ada juga Abugida Yi yang dirancang oleh Sam Pollard untuk bahasa Miao dan bahasa Nasu....